BAB. I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru merupakan suatu tenaga professional yang berada dalam lingkungan kependidikan. Hal ini menuntut guru untuk memiliki suatu kompetensi yang harus dikuasai oleh guru. Disamping itu guru juga harus menguasai suatu keterampilan dasar dalam mengajar, karena seoarang guru yang professional setidaknya harus memiliki dua modal dasar dalam mengelola kegiatan interaksi belajar mengajar, yaitu kemampuan mendesain program dan keterampilan mengkomunikasikan program itu kepada anak didik. Dua modal dasar inilah yang dikenal dengan “Keterampilan Dasar Mengajar”.
Meskipun pada saat ini sebagian guru masih menggunakan cara-cara yang konvesional dalam pembelajaran. Hal ini dianggap masih mudah dilaksanakan dan peserta didik pun lebih paham dengan cara-cara konvesional guru dalam menyampaikan materi ajar. Namun dalam pembelajaran pun seorang guru harus mampu membangkitkan partisipasi peserta didik dalam belajar, sehingga pembelajaran berlangsung secara baik dan menyenangkan.
B. T u j u a n
Untuk menjadikan seorang guru yang professional dan mampu melaksanakan serta mengaplikasikan keterampilan dasar mengajar yang baik dan kompoten sehingga terciptalah suasana belajar yang menyenangkan.
C. M a n f a a t
Manfaat dalam keterampilan dasar mengajar ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan kemampuana kualitas guru yang profisional dan berkopoten.
2. Sebagai bahan pelajaran bagi pelaku pendidikan dalam meningkatkan kemampuan dan pemahaman oleh siswa.
D. Rumusan Masalah
1. Apakah keterampilan bertanya, sangat penting diterapkan di sekolah dasar?
BAB. II
PEMBAHASAN
A. Keterampilan Bertanya
Brown dalam Hasibuan ( 1994 ) menyatakan bahwa bertanya adalah setiap pertanyaan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa.
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar dan keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut. Keterampilan bertanya tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang perlu di terapkan dalam mengajukan jenis pertanyaan, keterampilan bertanya tingkat lanjut merupakan lanjutan dari keterampilan bertanya dasar.
1. Tujuan pertanyaan yang diajukan kepada siswa, yaitu :
a. Membangkitkan minat dan rasa ingin tau siswa terhadap suatu masalah yang sedang di bicarakan.
b. Memusatkan perhatian siswa pada suatu masalah yang sedang di bahas.
c. Mengembangkan cara belajar siswa aktif.
d. Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.
e. Menguji dan mengukur hasil belajar.
2. Komponen-kompoen keterampilan bertanya, yaitu :
v Keterampilan bertanya tingkat dasar
Ø Penggunaan pertanyaan secara jelas dan singkat mengunakan kata-kata yang mudah dipahami siswa.
Ø Pemberian acuan sebelum memberikan pertanyaan berilah acuan berupa pertanyaan yang berisi informasi yang relefan dengan jawaban yang di harapkan dari siswa.
Ø Pemindahan gairah adakalanyasatu pertanyaan di jawab oleh lebih dari seorang siswa dan kalau jawabannya belum tepat guru dapat mengunakan tehknik pemindahan giliran.
Ø Pemberian waktu berfikir setiap pertanyaan yang diajukan kepada siswa guru harus memberi waktu beberapa detik untuk berfikir sebelum menunjuk salah seorang siswa untuk menjawab.
v keterampilan bertanya tingkat lanjutan.
1. pengubahan tuntutan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan. Dalam mengajukan perttanyaan, guru hendaknya berusaha mengubah tuntutan tingkat kognisi dalam menjawab pertanyaan dari tingkat yang paling rendah, yaitu evaluasi ingatan, pemahaman, penerapan analisis, dan sistensis.
2. pengaturan urutan pertanyaan.
Untuk mengembangkan tingkat kognisi dari sifat yang lebih rendah kearah lebih tinggi dan kompleks.
3. Peningkatan terjadinya interaksi. Agar siswa terlihat secara pribadi dan lebih bertanggung jawab atas kemajuan dan hasil diskusi, guru hendaknya mengurangi peranan sebagai penanya sentral dan jika siswa mengajukan pertanyaan guru tidak segera menjawab tetapi melontarkan kepada siswa yang lain.
3, Prinsip-prinsip keterampilan bertanya, yaitu :
a. Kehangatan dan antusias
Dalam proses belajar mengajar, guru harus menunjukan sikap yang baik pada mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban peserta didik, sikap ini dapat ditunjukan dengan suara, ekspresi wajah, gerakan, dan posisi badan menampakan ada tidaknya kehangatan dan keantusiasan.
b. Kebiasaan yang perlu dihindari
Ø Jangan mengulang-ulang pertanyaan apabila siswa tak mampu menjawabnya.
Ø Jangan mengulang-ulang jawaban siswa.
Ø Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan sebelum siswa memperoleh kesempatan untuk menjawabnya.
Ø Usahakan pertanyaan yang diberikan tidak di jawab serempak oleh peserta didik.
Ø Mentukan siswa yang harus menjawab sebelum mengajukan pertanyaan.
Ø Pertanyaan ganda.
c. Dasar-dasar pertanyaan yang baik:
a. Jelas dan mudah dimengerti
Pertanyaan perlu disusun secara jelas dan singkat, serta harus memperhitungkan kemampuan berfikir dan perbendaharaan kata yang dikuasai anak didik, serta hindari pertanyaan yang terlalu panjang dan berbelit-belit.
b. Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan
Dalam mengajukan pertanyaan mungkin guru perlu memberikan acuan berupa penjelasan singkat berisi informasi yang sesuai dengan jawabanyang diharapkan
c. Difokuskan pada suatu masalah tertentu
Pertanyaan dapat digunakan untuk memusatkan perhatian anak didik, disamping pemusatan perhatian dapat juga dilakukan dengan mengetuk meja, mengetuk papan tulis dan tepuk tangan.
- Berikan waktu yang cukup untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan
- Berikan respon yang ramah dan menyenangkan
- Tuntulah peserta didik sehingga mereka mampu menemukan jawaban sendiri dengan benar
Dalam menjawab pertanyaan, mungkin anak didik tidak dapat memberika jawaban yang tepat, dalam hal ini hendaknya guru memberikan tuntunan menuju suatu jawaban yang tepat. Hal ini dapat dilakukan seperti dengan mengulangi pertanyaan dengan cara lain dan naskanya lebih sederhana serta susunan kata yang lebih mudah dipahami anak didik.
BAB. III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
.Dalam uraian pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
Ø Guru mampu menciptakan suasanah belajar yang sesuai dengan pengalaman siswa.
Ø Guru dituntut untuk mampu mengaplikasikan mata pelajaran yang mudah di mengerti oleh siswa.
Ø Guru haru mampu melakukan beragam cara dalam proses pembelajaran agar mudah di pahami oleh siswa.
Ø Guru harus mampu melati siswanya untuk bisa bertanya, menjelaskan, memimpin diskusi kelompok kecil dan lain-lain.
B. Saran
Ø Sebagai seorang pendidik atau tenaga kependidikan kita dituntut berperan penting dalam masalah-masalah pendidikan baik secara formal maupun nonformal .
Ø Seorang guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan efesien .
Ø Sebagai guru yang profisional, mengajar harus berdasarkan pengalaman siswa yang sudah dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Suherman, Erman, dkk. 2003. Common Textbook Edisi Revisi Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : UPI.
Usman, Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar